Rumah Apung

Semakin tipisnya lapisan Ozon mengakibatkan berbagai masalah dipermukaan bumi ini. Udara semakin panas, tekanan atmosfer semakin tinggi hingga akhirnya terjadi pencairan Es di belahan bumi utara dan selatan.

White Bear kena imbasnya

Lihatlah, Beruang kutub yang sedang meratapi nasibnya karena terjebak di antara perairan es yang luas. jadi bagaimana kalau manusia yang berada disana? tidak dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi. Menurut beberapa ahli yang mengikuti perkembangan iklim dunia, bahwa peristiwa global warming disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

Peristiwa mencairnya belahan bumi Utara dan Selatan berimbas pula pada Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Berdasarkan penelitian para ahli, bahwa volume air laut meningkat tiap tahunnya. dan daratan Indonesia perlahan mulai tenggelam menjadi hamparan air yang luas. Apalagi di ibukota Negara yaitu Jakarta.

Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.

Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.

Dengan mempertimbangkan gejala alam tersebut, maka penulis bermaksud memperkenalkan desain rumah yang inovatif yang penulis desain berdasarkan ide dari beberapa desain produk sebelumnya seperti perahu.

Konsep Rumah apung (desugn by: Asep Gumilar)

Konsep rumah apung telah di terapkan sejak dahulu di Indonesia khususnya oleh para nelayan tradisional indonesia. Mereka membuat sebuah tempat di tengah laut yang berfungi sebagai tempat menangkap ikan. Masyarakat di daerah penulis menyebutnya “bagang”. yaitu sebuah tempat yang berada di tengah lautan lepas yang difungsikan sebagai tempat menginap para nelayan ketika menangkap.

Bagang (Alat penangkap ikan nelayan tradisional)

Dermaga Kapal Ferry

3 thoughts on “Rumah Apung

  1. tulisan yang bagus,,,inspiratif…
    sekedar masukan, seperti layaknya gambar GMstdio yang diberi identitas, maka akan lbih baik jika gambar atau sumber luar juga diberi keterangan “sumber”…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s