Architect is a Shadows of God

Arsitek is Shadows of GodSebuah penggalan kalimat yang membuat saya lebih bersemangat untuk menjadi seorang Arsitek. Setelah membaca Artikel dengan judul Sama ini saya merasakan peningkatan aura positif yang begitu dahsyat. pada Artikelnya, sang penulis menuturkan bahwa menjadi seorang Arsitek yang kesehariannya bekerja dengan pemikiran serta sebuah konsep desain seringkali merasa jenuh, pikiran terhenti sejenak ketika kejenuhan telah menghantui seorang Arsitek. Namun berbagai cara Ia lakukan untuk menghilangkan kejenuhan tersebut yaitu dengan rekreasi bersama keluarga tercintanya ketikan akhir pekan.

Tidak salah Ia melontarkan pernyataan tersebut. Malahan saya lebih dari penulis tersebut. “Maklum saya masih awam dalam dunia kerja Arsitek”. 2 tahun saya bergelut dalam dunia Arsitek dan merasakan hal yang sama setiap kali berada dalam kejenuhan. yaitu berfikir untuk mencari tempat lain dalam arti “pindah tempat kerja, itu pun masih saya lakukan sampai saat ini. karena menurut saya Arsitek itu bukanlah pekerja, melainkan seorang pemikir.

Bagi saya berprofesi sebagai Arsitek merupakan impian yang telah saya tanamkan sejak kecil. berfikir untuk dapat menciptakan perubahan bagi Negeri ini pada umumnya dan tanah kelahiran saya pada khususnya. Dengan kemampuan berfikir konseptual dalam menata sebuah kehidupan baru bagi manusia dan menuangkannya dalam secarik kertas serta menampilkannya dalam bentuk karya untuk kemudian dinikmati oleh khalayak banyak dengan harapan mampu memberikan prilaku disiplin pada manusia.

Dalam hal “Architect is Shadows of God”, saya berpendapat bahwa kata itu terlalu tinggi seolah-olah kita (Arsitek) kembaranya Tuhan. Tapi jangan salah faham dulu tentang konteks tersebut. Dalam konteks ini, seorang Arsitek secara tidak langsung dapat mengubah perilaku manusia dengan karyanya seperti dikatakan oleh dosen saya dulu, “seorang Arsitek harus mampu menata sebuah keadaan yang tadinya tidak baik menjadi sesuatu yang lebih layak dan terorganisir dengan baik. serta mampu memberikan perubahan bagi kehidupan suatu komunitas”.

Dalam pandangan orang lain, berprofesi sebagai Arsitek itu menyenangkan. seperti yang diucapkan rekan saya “Enak amat sih Loe, kerjanya gambar mulu gak ada yang lain emang?”. Eitz…Pikiran itu salah, Profersi Arsitek itu bukanlah sebuah profesi yang mudah. Butuh ketekunan dalam menjalankannya.

Dalam Berkarya, Arsitek menggunakan beberapa disiplin ilmu untuk mendukung sebuah karya. dari mulai mencari informasi tentang daerah lingkungan project dengan pendekatan secara Sosial hingga menjadi seorang peneliti serta mempresentasikan karya layaknya seorang pengisi acara dalam sebuah seminar menjadikan Arsitek sebagai Profesi yang fungsional. Ditambahlagi dibelakang layar Arsitek selalu memperhitungkan setiap faktor kemungkinan yang akan menimpa karyanya. Karena menurut para Arsitek, sebuah karya yang baik tercipta ketika kita mampu memberikan pengaruh positif pada lingkungan binaan kita serta dapat memberikan kenyamanan bagi makhluk hidup. baik itu Manusia, Hewan dan Tumbuhan.

Bagaimana, Masih berminat menjadi Arsitek? Jawaban saya pribadi, saya bertekad untuk meneruskan perjuangan saya untuk menjadi Arsitek profesional sehingga mampu memberikan perubahan positif pada Lingkungan.

Ingat Allah selalu menegaskan pada setiap manusia untuk selalu berfikir dalam hidupnya. Semakin anda berfikir tentang proses kehidupan. Semakin kuat kepercayaan anda akan adanya Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s