Antara Bisnis dan Inovasi

Berbisnis, mungkin bagi sebagian orang dianggap hanya sebagai profesi yang tidak lain hanya berdagang, menjajakan produk dengan mengambil keuntungan besar. Namun, Jika kita mempelajari arti dari sebuah usaha Nirlaba yang satu ini mungkin tidak dapat kita tebak seberapaberatkah profesi ini.

Seluruh manusia di Dunia ini dibekali dengan akal dan pikiran. Semenjak kehadirannya di Dunia ini Allah SWT telah membekalinya dengan otak yang mampu berfikir dan berimajinasi yang berawal dari proses melihat, mempelajari dan meniru. Hal itulah yang menjadikan manusia bisa menjadi mahluk yang paling hebat di Bumi ini. Proses meniru ini merupakan titik awal dari terbentuknya sebuah komunikasi.

Seorang Bayi yang baru lahir mampu hanya mampu mengapresisasikan keinginannya dengan menangis. karena ini merupakan awal kehidupan. Ia merupakan mahluk baru di Dunia ini yang tidak mampu berbuat apa-apa. Namun, Sebuah proses kehidupan telah merubahnya menjadi seorang Manusia yang hebat. Manusia yang mampu berfikir. Kritis, Imajinatif, Inovatif dan sebagainya. Melalu proses panjang yang disebut dengan hidup. Manusia mendapatkan berjuta pengalaman dan merekamnya didalam otak yang berukuran hanya kurang lebih 5% dari besar badannya. Organ vital ini mampu merekam berjuta kejadian yang dilihat, didengar dan dirasakan oleh organ lainnya. “Begitu Hebatnya Allah menciptakan Manusia”

Seiring dengan perjalan seorang anak Adam hidup di Dunia ini. Berjuta pengalaman terekam dalam Otaknya. dan ini tidak akan begitu saja dilihat lalu terlupakan. Rekaman ini akan semakin bertambah setiap detiknya. Dengan berjuta rekaman yang disebut  juga sebagai pengalaman. Pengalaman Melihat, Pengalaman Mendengar, Pengalaman Merasakan (sebagai Pelaku) manusia mempu memprosesnya menjadi sesuatu hal yang baru yang disebut Inovasi.

Inovasi Sebagai solusi Permasalahan

Manusia mampu menghasilkan sebuah product dengan kemampuan otaknya dalam berfikir dan kreativitas anggota tubuh lainnya untuk mewujudkan sebuah karya. “Manusia dengan tingkat permasalahan terbesar akan mampu membuat inovasi yang besar pula guna memfasilitasi kehidupannya”.  Seperti Contohnya penemuan Lampu sebagai sumber cahaya yang mempu merubah kehidupan di Dunia ini dari gelap gulita menjadi terang benderang berawal dari kebutuhan manusia akan sebuah penerangan yang aman. Dimana pada masa lalu cahaya malam hari hanya dihasilkan dari api. Dikarenakan tingkat keamanan api itu tidak sangat kecil dan menimbulkan resiko kebakaran yang sangat tinggi, manusia mulai berfikir untuk membuat sebuah product penerangan tanpa api. Dengan demikian Thomas Alpha Edison mampu membuat “Bohlam” sebagai product inovatif nya di dunia ini. “Sebuah Penemuan berawal dari penemuan sebelumnya”. 

Product Inovatif sebagai Ide Bisnis yang menjanjikan

Apakah anda pernah berfikir kenapa kita membutuhkan Listrik? Apakah Anda pernah Berfikir kenapa kita membutuhkan Pakaian?dan Apakah Anda Berfikir kenapa kita membutuhkan Hand Phone? dan Seberapa butuhkah Anda dengan Smart Phone yang harganya sudah tak lagi murah?

Jawaban dari semua hal itu berawal dari Kebutuhan dan Keinginan. Seperti yang telah saya jelaskan dalam posting sebelumnya yaitu Antara Kebutuhan dan Keinginan. Antara Kebutuhan dan Keinginan, kita tidak dapat membedakan hal itu. perbedaannya sangat tipis sekali. Dalam Kasus ini, Apakah kita membutuhkan Alat Komunikasi?Jawabannya Butuh. Lalu, Alat Komunikasi apa yang anda butuhkan? Jawabannya akan semakin panjang “Saya Butuh Alat komunikasi yang bisa Nelpon, SMS,  WebCam, Chating, Foto, Nonton TV dan tidak kalah penting adalah sebagai gaya hidup. Nah, hal inilah yang disebut dengan Keinginan.

Manusia tidak akan lepas dari hal itu, berawal dari kebutuhan menjadi keinginan yang harus dipenuhi. Hal inilah yang menjadi target utama dalam berbisnis. Type Manusia Konsumtif seperti Masyarakat Indonesia sangat cocok menjadi sasaran Bisnis seperti ini. dan itu sebabnya berbagai product dengan fungsi sama namun berbeda gaya, desain dan brand beredar di Negeri ini.

Lalu, apakah kita mampu menjadi Produsen? Sebagai Manusia yang sama-sama dibekali dengan akal. kita mampu membuat sebuah inovasi baru yang nantinya menjadi product incaran konsumen. Inovasi itu tidak harus selalu technologycal, canggih, dengan berbagai hal baru. Namun, inovasi itu dapat kita pikirkan dari sebuah kebutuhan menuju keinginan, Seperti beberapa product makanan cepat saji yang sebelumnya berada di emperan pinggir jalan kini menjadi product mahal yang mampu memberikan omset tinggi bagi si Pengusaha. dari “Lele” di trotoar menjadi “Lela” di rumah Makan “Lele Lela”.

Yuk, menjadi Produsen!

Beranjak dari hal tersebut, mari kita berfikir menjadi Produsen. Jadi Konsumen Boleh, tapi setidaknya kita mampu menjadi Produsen salah satu product untuk selanjutnya kita menjadi konsumen product lain, karena hidup ini mengalir. Kita saling membutuhkan satu sama lain. Maka, janganlah berfikir kalau kita hidup sendirian, merasa paling hebat serta sombong dengan apa yang kita dapatkan. “Di atas Langit masih ada Langit”  dan “Di atas kepala masih ada rambut, diatas rambut masih ada topi, diatas topi masih ada debu, di atas debu masih ada udara, lalu siapa yang paling atas? Allah SWT-lah yang maha tinggi”

“Buatlah rencana hidupmu sendiri sebelum menjadi bagian dari rencana hidup orang lain”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s