Arsitek sebagai “Adventurer”

Arsitek, sebagai salah satu profesi yang cukup terkenal di Dunia. tapi tidak begitu populer di Indonesia, ternyata merupakan profesi yang unik. Dalam dunia Arsitektur, kita (sebagai Arsitek) akan menjalani kehidupan layaknya sang petualang dalam sebuah video game, dimana seorang arsitek harus mampu memenuhi beberapa persyaratan yang hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan konsistensi dalam mencapai tujuan untuk menjadi Arsitek Profesional.
Seperti yang saya peroleh dari situs resmi IAI, dikatakan bahwa untuk menjadi seorang Arsitek Profesional, seseorang harus memenuhi standar pengumpulan Nilai Kumulatif (KUM) yang di tetapkan. Nilai-nilai tersebut dapat dapat diperoleh dengan cara mengikuti seminar, menjadi peserta sayembara, memenangkan sayembara hingga menjadi Juri sayembara. dan tentunya masing-masing aktivitas tersebut memiliki jumlah Nilai Kumulatif (NK) yang berbeda pula, tergantung dari berat atau tidaknya aktivitas itu.
Secara kumulatif dalam waktu 1 tahun seorang arsitek profesional perlu mengumpulkan 35 NK, atau 105 NK dalam 3 tahun. Jumlah ini harus dapat dikumpulkan melalui kegiatan yang mencakup ketiga kategori penyerapan, pengolahan dan pendayagunaan. Dengan kata lain jumlah NK yang disyaratkan tidak boleh hanya dikumpulkan melalui kegiatan pada 1 (satu) kategori tertentu saja.
Setiap 1 jam kegiatan efektif pengembangan keprofesian dihargai dengan NK sebesar 1. Selanjutnya nilai ini masih harus dihitung lagi dengan indeks kategori dan indeks tipe seperti berikut ini,

  • Kategori 1 penyerapan : indeks = 1
  • Kategori 2 pengolahan : indeks = 1,5
  • Kategori 3 pendayagunaan : indeks = 2

Untuk saat ini ditetapkan beberapa besaran kemudahan memperoleh NK yang diprioritaskan untuk mengangkat animo pada kegiatan yang diselenggarakan oleh IAI, berupa penambahan nilai NK sebagai berikut :

  • 12 NK, sebagai pemenang sayembara IAI (utama s/d honorable mention)
  • 8 NK, sebagai peserta Munas/Musda IAI, rapat anggota non Musda IAI dan peserta sayembara IAI
  • 6 NK, sebagai juri sayembara IAI dan pembicara program-program IAI

Ini hanya sebagian kecil persyaratan yang harus dilalui seseorang untuk menjadi seorang Profesional Arsitek. Dan hanya dengan kerja keraslah seseorang dapat menjadi profesional seperti pada video Games, bahwa seorang jagoan tidak akan bisa langsung mencapai petualangan akhir tanpa melewati beberapa musuh. dan itu akan berakhir dengan dua cara. Malanjutkan petualangan dengan berjuang melawan musuh atau keluar dari permainan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s