4 Generasi Pemuda

Hi teman, Sudah lama nampaknya saya tidak posting🙂. Saya tidak punya alasan kenapa tidak posting selama berbulan-bulan, dan yang pasti kali ini saya berusaha untuk posting kembali. hehehe. *sudahlah tak penting :p
Setelah melihat beberapa berita di Media Televisi, Cetak maupun digital tentang adanya Demo besar-besaran menolak kenaikan BBM dan sebagainya. Saya langsung teringat perkataan Ridwan Kamil sang Arsitek Indonesia yang telah mendunia  Pada Seminat TEDx Jakarta. Seminarnya sih sudah lama banget dan saya gk hadir ditempat, cuman nonton di Youtube saja🙂.
Beginilah perkataannya “Orang tua saya (Ayahnya kang Emil) berkata pada saya. Bahwa cuman ada 4 Generasi Pemuda di Indonesia ini, yaitu Pemuda yang pintar tapi tak peduli, Pemuda yang  pintar dan peduli, pemuda yang Peduli tapi tidak pintar dan Pemuda yang tidak pintar dan tidak peduli”. Perkataan itu selalu teringat dalam benak saya. Dan pada saat mendengar kata-kata itu dari kang Emil, saya sempat berfikir yang manakah saya sebenarnya🙂.
1. Pemuda Pintar tapi tidak Peduli.
Nah, untuk yang 1 ini mungkin bisa anda Lihat di berbagai media masa, Banyak orang pintar (khususnya Pemuda) yang menjadi benalu  Negara. Menggerogoti aset negara, Memanfaatkan kepercayaan seenaknya. So, Pintar (emang mungkin pintar) tapi tidak memiliki hati  yang lapang untuk bisa peduli pada peristiwa kemiskinan yang terjadi di Negeri ini. Inilah sosok Pemuda yang memiliki tingkat intelegensi yang tinggi namun tidak memiliki sedikit pun kepedulian pada Lingkungan sekitarnya.
2. Pemuda yang tidak pintar tapi peduli.
Nah, Yang satu ini sangat banyak (terekspose) di Indonesia. Mereka sering menjadi pahlawan bagi masyarakat. Dan kadang juga menjadi objek cemooh dari masyarakat intelek. Kenapa demikian? Ketika kepedulian kita pada masyarakat disalurkan melalui perbuatan yang dapat merugikan masyarakat juga. Apakah itu Namanya peduli dengan kesulitan Masyarakat? Menyelesaikan Masalah dengan demonstrasi, merusak fasilitas umum, bentrok dengan petugas keamanan Negara. Menuntut Solusi dari permasalahan kepada pemerintah tanpa memberikan solusi yang pasti bagi masalah tersebut. Hmmm
3. Pintar dan Peduli
Untuk yang satu ini saya fikir lebih baik. Orang yang Pintar dan Peduli, Sesuai dengan yang diajarkan setiap pendidik di seluruh dunia. “Gunakanlah ilmu yang saya berikan untuk membantu sesama, dan janganlah kau gunakan semena-mena” *guru persilatan banget tuh.
Pemuda yang satu ini menjadi sangat diharapkan dalam setiap permasalahan di Negeri ini. Mampu mengkritik dengan berbagai solusi. tidak menggunakan jalan panas (bentrok) dalam setiap permasalahan. Namun mengguakan rayuan maut pada pelaksana Negara. Negosiasi, Tatap mata, bertemu dengan membawa beberapa solusi permasalahan. dan pulang dengan hasil yang memuaskan. Terlihat dalam prosesnya bernegosiasi cukup dingin.
Dan cara lainnya yaitu dengan bergerak sendiri dalam setiap masalah, Masalah kemiskinan di tetaskan dengan kreatif. memberikan solusi kepada masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dengan jalan menciptakan Usaha Kecil Menengah dan sebagainya.
4. Pemuda tidak pintar dan tidak peduli
Nah, untuk yang satu ini tidak ada pilihan lain. Mungkin ini juga merupakan faktor psikologis. Merasa tidak memiliki daya sehingga mereka tidak berupaya untuk berkonstribusi di ranah sosial masyarakat. Mereka selalu berfikir “lebih baik diam dan menjalani hidup seadanya, terima saja yang didapatkan saat ini. dan menunggu hasil yang akan dikeluarkan oleh para pelaksana Negara” Hmmm,,,Kedengarannya sangat mengkhawatirkan.
Jadi Apa kita?
Generasi Muda Indonesia harus menjadi generasi Pintar dan Peduli. karena Negara ini butuh kepedulian yang intelek, Kita dijajah oleh kepintaran yang tidak peduli. Semakin banyak orang yang pintar dan penuh kepedulian di Negeri ini berkeliaran, maka semakin cepat Negeri ini akan bangkit dari keterpurukan.
“Hidup di Dunia ini hanya sementara, Cetak namamu dengan tinta emas di hati Rakyat Indonesia, Jadilah Suri tauladan bagi Anak cucumu kelak dan Hidupkan Namamu selama mungkin di Dunia ini meski ragamu telah melebur kealamnya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s