Jangan Takut dengan Ijazah Pas-pasan

Mau jadi Orang Jenius apa Kreatif?

Kembali posting lagi dalam keadaan Galau…tapi tenang postingan ini mungkin bermanfaat dan bisa manambah semangat teman-teman semua.

Berawal dari kegalauan tersebut yang sangat berkaitan dengan posting kali ini. Saya merupakan rakyat biasa yang terkadang benci dengan Negeri ini. Kenapa? Karena untuk mendapatkan pendidikan yang layak di Negeri ini sangatlah mahal. Dan terkadang kita akan merasa prustasi ketika memikirkannya.

Apa pendidikan terakhir Anda saat ini? Janganlah terlalu menghiraukan hal tersebut untuk dapat mencapai kesuksesan. Saya bukanlah orang Sukses dan Belum sukses. Tapi saya percaya bahwa apa yang telah kita dapatkan itu adalah Jalan kita yang telah Allah Berikan. Karena setidaknya kita sudah mau berikhtiar untuk menjadi yang lebih baik.

Dalam Kegalauan saya berusaha mencari informasi tentang pentingnya ijazah dalam dunia kerja. tapi sayangnya setelah Lulus dari Diploma III di salah satu universitas di Bandung, saya tidak berfikir untuk menjadi pekerja diperusahaan. Tapi saya ingin mencari pengalaman di beberapa perusahaan yang berhubungan dengan kompetensi saya. Sehingga saya disebut sebagai “kutu loncat” oleh sahabat saya. Bagi saya, menjadi pegawai yang terikat oleh perusahaan tidaklah saya inginkan. Entah kenapa tapi jiwa petualang saya belum bisa membuat saya menetap di salah satu perusahaan yang telah saya masuki.

A. Antara Ijazah dan Kompetensi

Taukah Anda bahwa beberapa CEO perusahaan kebanyakan adalah orang yang tidak memiliki ketertarikan atau tidak memiliki keberuntungan dalam dunia pendidikan. Mengapa demikian? dikutip dari perkataan Dik Doank dalam salah satu acara televisi.

Pendidikan Formal hanya akan mengajarkan sesuatu yang sifatnya formal, sedangkan pendidikan non-formal mengajarkan kita berbagai hal, sehingga kemampuan kita pun lebih banyak – Dik Doank

Dan sebelumnya, Genderal Manager pada perushaan yang sempat saya singgahi memberikan nasehat yang sangat berharga bagi saya agar saya bisa lebih fokus pada kompetensi. Beliau mengatakan bahwa,

Terkadang Perusahaan Swasta tidak melihat seberapa tinggi pendidikan yang telah anda capai, tapi mereka lebih melihat kompetensi. Tapi jika target pencaharian anda sebagai PNS, tingkatan pendidikan akan diutamakan

Lalu sebelumnya lagi, pada saat saya bekerja pada salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Ketika itu Pimpinan Divisi “tetangga” saya mengeluh terhadap kandidat yang telah dia panggil untuk interview dengannya. Beliau mengatakan bahwa kandidatnya itu adalah kandidat dengan pendidikan formal tinggai yaitu S2. Namun ketika beliau memberikan test singkat kepada kandidat ia tidak mampu menjawabnya. Sehingga beliau tidak menerima Kandidat dengan pendidikan formal tinggi tersebut.

Dari cerita Pimpinan divisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa.

Pendidikan Tinggi tidak dapat menjamin kita untuk mendapatkan pekerjaan yang layak jika kompetensi kita tidak dapat mempertanggungjawabkan titel anda

B. Lebih baik berinovasi

Percayakah anda ada beberapa orang yang mencapai kesuksesan tanpa pendidikan tinggi, melainkan karena kompetensinya dalam satu bidang tertentu.

Orang yang pintar akan menjadi pegawai teladan pada suatu perusahaan, tetapi orang yang kreatif akan menjadi pemimpin dari perusahaan tersebut

Mengapa demikian? Nyatanya orang kreatif lebih berfikir bebas dan tidak mau berada dalam sebuah keadaan yang biasa. Mereka lebih berani untuk menciptakan sebuah karya yang menurutnya hebat dibandingkan bekerja dalam sebuah ruangan yang harus berfikir sistematis.

Menjadi orang kreatif memang tidaklah mudah. dan bahkan katanya orang kreatif itu dilahirkan bukan diciptakan. namun anggapan itu menurut saya salah, Menjadi orang kreatif itu memang ada yang dilahirkan, tapi kreatif juga bisa diciptakan. Terbukti bahwa seorang anak kecil lebih mampu membuat sebuah bentuk yang acak dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi apa kunci dari kreatifitas itu?

Kunci dari kreatifitas itu adalah keberanian. Berfikirlah layaknya Anak Kecil yang belum mengerti akan aturan baku. Namun, sebagai orang yang telah beranjak dewasa. Buatlah sebuah produk kreatif yang bermanfaat bagi orang lain.

Pikirkan Apa yang dibutuhkan Masyarakat, lalu pikirkan apa yang mereka inginkan. “Think what they Need and than Think what they want”.

Sebagai Contoh sederhana,

Manusia membutuhkan sebuah alat untuk menulis, Lalu muncul lah Koas dengan tinta di China. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, kini muncul alat tulis yang simple dan tidak membutuhka Botol tinta yang harus selalu dibawa setiap saat, yaitu Ballpoint. Dan sekarang cobalah anda cari diseluruh pelosok Negeri ini. Ada berapa ribu desain Ballpoint yang anda temukan?

Itulah hasil dari sebuah kreatifitas. Ballpoint yang awalnya sebuah kebutuhan, dengan kreatifitas mereka saling bersaing untuk pembeli dengan berbagai fasilitas yang ditawarkannya. ballpoint berkamere, Ballpoint berlapis emas, dan bahkan ballpoint dengan fasilitas Penerangan pun telah dibuat. menggabungkan antara kebutuhan yang 1 dengan lainnya. sehingga menciptakan pemikiran baru pada manusia, yaitu keinginan. Orang yang memiliki Ballpoint berlapis emas bukanlah memenuhi kebutuhannya untuk menulis, melainkan memenuhi keinginan dirinya untuk memiliki ballpoint dengan harga mahal.

Saya rasa postingan ini tidak nyambung dari Judul sebelumnya, mohon maaf saja lah, karena itulah pemikiran, apapun yang anda pikirkan cobalah ungkapkan karena setelah itu anda akan menemukan ide-ide baru yang lebih hebat dari ide awal anda.

Terimakasih telah bersedia membacanya. Lupakan masalah seberapa tinggi tingkat pendidikan anda. Tapi cobalah untuk berfikir kreatif dan inovatif. Tumbuhkan Keberanian anda. Karena Orang yang Kreatif itu adalah orang yang berani.

Aturan baku hanyalah sebuah batasan bagi kita untuk berkreasi. Maka, mulailah berfikir layaknya anak kecil yang tidak mengenal aturan baku, buatlah sesuatu yang baru. perlihatkan pada ibu anda agar ia tersenyum bangga – – – A.goemilar

Pendidikan bukanlah hal utama yang perlu kita capai. Tapi buktikanlah bahwa kompetensi anda lebih tinggi dari pendidikan anda saat ini. – – – A.goemilar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s